main content
Mengulik Proses Roasting Kopi

Mengulik Proses Roasting Kopi untuk Segelas Kopi Hitam yang Nikmat

Tahukah kamu bahwa minuman kopi hitam yang selama ini kamu nikmati telah melalui proses panjang? Kopi berasal dari biji kopi (cherry) yang kemudian diproses menjadi gabah. Setelah menjadi gabah atau green bean, kopi disangrai/roasting baru kemudian ditumbuk atau digiling dan diseduh.

Kali ini, kita akan membahas salah satu proses pengolahan kopi yaitu proses sangrai atau roasting. Ingin tau lebih dalam mengenai proses ini? Yuk, kita bahas bersama!

Fase Roasting Kopi

Pada dasarnya, proses roasting adalah proses memasak kopi dengan menggunakan roaster. Proses roasting ini juga memiliki tahapan atau fasenya untuk mencapai cita rasa yang diinginkan. Berikut fasenya:

Pertama, fase pengeringan dengan cara dipanggang. Jika semua biji kopi berwarna kehijauan, setelah dipanggang, biji kopi akan berwarna kecokelatan. Kedua, proses penguningan dengan menggunakan saluran udara pada mesin roasting. Dalam proses ini, kulit tipis pada biji kopi akan mengelupas dan menghasilkan warna kopi yang kecokelatan.

Ketiga, fase first crack. Fase ini terjadi setelah adanya percampuran antara gas karbondioksida dan air menguap di dalam biji kopi. Biasanya, dalam fase ini karakter biji kopi sudah terbentuk. Keempat, fase menentukan warna biji kopi dan tingkatkan roasting kopi. Kelima, second crack. Dalam fase terakhir ini, minyak alami dalam kopi biasanya muncul ke permukaan.

Tingkatan Roasting Kopi

Dalam proses roasting kopi, biji kopi yang awalnya berwarna hijau perlahan akan berubah menjadi kuning. Setelah kuning, biji kopi tersebut menjadi kecokelatan, kemudian menjadi cokelat muda, cokelat tua, cokelat kehitaman sampai menjadi hitam. Makanya, warna biji kopi bisa dibilang menentukan berapa lama kopi tersebut telah di-roasting.

Baca Juga: Fakta-fakta Menarik Tentang Kopi Robusta

Nah, tingkatan roasting kopi pada umumnya ada tiga, yaitu light roast dengan warna cokelat muda, medium roast dengan warna cokelat dan dark roast berwarna hampir hitam.

Light roast merupakan tingkat kematangan terendah dalam proses roasting kopi. Biji kopi ini biasanya tidak menghasilkan minyak, namun menghasilkan cita rasa asam dengan kafein yang tinggi. Biasanya, kopi dimasak pada suhu 180-250 derajat celcius jika memilih light roast. Light roast ini biasanya cocok banget untuk pencinta kopi dengan hint khas earthy dan buttery.

Sedangkan pada medium roast, biasanya menghasilkan minyak dengan cita rasa sedikit manis dengan aroma asap yang tajam. Biasanya, pada medium roast, suhu biji kopi ada pada 210-220 derajat celcius, dimana sudah selesai first crack namun belum mengalami second crack. Kalau light roast mengandung tingkat kafein tinggi, medium roast ini menghasilkan kafein lebih rendah dengan aroma, tingkat keasaman dan juga cita rasa yang balance.

Terakhir, dark roast. Tingkat paling matang ini justru tidak begitu diminati oleh para pencinta kopi. Pada hasil kopi dark roast, biasanya biji kopi mengeluarkan minyak dan juga rasanya cenderung pahit, menghilangkan cita rasa lain dari kopi tersebut.

Sepenting Apa sih Proses Roasting Kopi?

Dari sekian banyak proses pengolahan kopi, proses roasting kopi merupakan proses yang penting, karena akan mempengaruhi rasa dan aromanya. Proses roasting kopi merupakan sebuah proses air dalam kopi, kemudian dikeringkan dan bijinya dikembangkan. Proses roasting kopi ini juga seringkali disebutkan sebagai proses seni di mana setiap roaster memiliki ciri khas dan preferensinya masing-masing untuk menghasilkan cita rasa kopi terbaik.

Saat kopi tersebut dimasak, tentunya karakter biji kopi pun ikut berubah; semakin lama kopi dimasak, semakin banyak pula perubahan karakteristik bahan kimianya. Begitu pula, jika biji kopi memiliki warna yang sama, bisa jadi biji kopi tersebut disangrai dalam durasi yang sama, namun belum tentu disangrai dengan suhu yang sama pula.

Tips Roasting Kopi

Dalam proses roasting kopi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  • Tingkat kadar air pada green bean.

    Sebelum proses roasting, pastikan tingkat kadar air sebelum di-roasting adalah 11% dan menurun menjadi 4% setelah disangrai.

  • Karakter kopi.

    Setiap karakter kopi tentunya menghasilkan rasa kopi yang berbeda-beda pula. Sebaiknya, ketahui karakter kopi tersebut untuk mengetahui proses roasting yang tepat untuk menghasilkan rasa dan aroma yang pas juga.

  • Tingkat dasar roasting.

    Perhatikan tiga dasar roasting, yaitu yang bergantung pada warna biji kopi, suhu roasting dan juga waktu roasting.

Setelah melalui proses roasting, biji kopi ini akan diproses sesuai dengan kebutuhannya. Ternyata menarik juga ya proses pembuatan kopi ini! Jika kamu ingin tau tentang proses pembuatan kopi lainnya, cek artikel lain di sini, ya!